Minggu, 23 September 2012

Psikologi Pendidikan


PEMBAWAAN, KETURUNAN DAN LINGKUNGAN



1. Soal Pembawaan dan Lingkungan

Ada beberapa pendapat tentang pengaruh pembawaan dan atau lingkungan terhadap perkembangan anak.

a. Aliran Nativisme

Menurut aliran ini perkembangan manusia ditentukan oleh pembawaan. Pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaan. Jadi pendidikan tidak perlu (pesimisme paedagogis)

b. Aliran Empirisme

Perkembangan anak menjadi manusia dewasa ditentukan oleh lingkungannya atau pendidikan dan oleh pengalamannya. Manusia dapat dididik menjadi apasaja menurut kehendak pendidiknya (optimisme paedagogis). Kaum Behaviorisme sependapat dengan pendapat kaum Empiris itu.

c. Hukum Konvergensi

Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan. Pendapat ini dikemukakan oleh William Stern.

Tetapi perkembangan manusia bukan hanya hasil dari pembawaan dan lingkungannya. Manusia mempunyai kemampuan mengembangkan dirinya sendiri, yang sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan.

Kesimpulan:

Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan manusia itu sendiri yang dilakukan dengan bebas dibawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang berkembang menjadi sifat-sifat.

Tiap-tiap sifat dan ciri-ciri manusia dalam perkembangannya ada yang lebih ditentukan oleh lingkungannya dan ada pula yang lebih ditentukan oleh pembawaannya.



2. Pembawaan dan Keturunan

a. Keturunan

Sifat-sifat keturunan adalah sifat-sifat atau ciri-ciri yang diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Jadi ada dua syarat:

1) persamaan sifat atau ciri-ciri.

2) ciri-ciri ini harus menurun melalui sel-sel kelamin.

Sesuatu sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada seseorang yang merupakan keturunan itu belum pasti diterima dari orang tuanya. Tidak semua individu-individu dari suatu generasi menunjukkan sifat-sifat keturunan, dapat juga sifat-sifat ini bersembunyi selama beberapa generasi. Besarnya perbedaan antara dua individu atau lebih selalu tergantung kepada dua faktor: pembawaan keturunan dan pengaruh lingkungan.



b. Pembawaan


1) Pembawaan

Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada suatu individu (yang terkandung dalam sel benih) dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tidak begitu saja dapat direalisasikan atau dengan begitu saja dapat menyatakan diri dalam perwujudannya. Untuk dapat diwujudkan sehingga kelihatan dengan nyata potensi-potensi tersebut harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan, dan tiap-tiap potensi mempunyai masa kematangan masing-masing. Pembawaan atau bakat terkandung dalam sel benih, yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan keturunan.


2) Struktur Pembawaan.

Pembawaan yang bermacam-macam itu tidak dapat kita amati dan belum dapat dilihat sebelum pembawaan itu menyatakan diri dalam perwujudannya (dari potential ability menjadi actual ability). Sifat-sifat dalam pembawaan (potensi-potensi) merupakan struktur pembawaan. Sifat-sifat dalam pembawaan tidak berdiri sendiri-sendiri yang satu terlepas dari yang lain. Sifat-sifat yang bermacam-macam dalam pembawaan itu merupakan keseluruhan yang erat hubungannya satu sama lain. Yang satu menentukan, mempengaruhi, menguatkan atau melemahkan yang lain. Manusia tidak dilahirkan membawa sifat-sifat pembawaan yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, melainkan struktur pembawaan. Struktur pembawaan itu menentukan apakah yang mungkin terjadi dengan seorang manusia tertentu.

Sifat-sifat pembawaan atau kesanggupan-kesanggupan yang termasuk dalam struktur pembawaan itu tidak semuanya dapat berkembang. Ada sifat-sifat yang tetap terpendam, tetap tinggal, latent atau tersembunyi, tetap tinggal sebagai kemungkinan saja, yang tidak dapat mewujudkan diri.


3) Pembawaan dan Keturunan.

Pembawaan (yang dibawa si anak sejak lahir) adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga mencapai perwujudannya.

Semua yang dibawa oleh si anak sejak lahir adalah diterima karena kelahirannya, jadi memang adalah pembawaan. Tetapi pembawaan itu tidaklah semua diperoleh karena keturunan. Sebaliknya, semua yang diperoleh karena keturunan adalah dapat dikatakan pembawaan: atau lebih tepat lagi pembawaan keturunan.

Keturunan adalah sifat-sifat yang ada pada seseorang yang diwariskan (ada persamaannya dengan orang yang mewariskannya) dengan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang satu kepada generasi yang lain yang berikutnya.


4) Pembawaan dan Bakat

Kedua istilah itu dalam psikologi sering dipakai bersama dengan maksud yang sama pula.

Tapi sebenarnya ada perbedaannya. Bakat lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti “kecakapan pembawaan” yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan (potensi-potensi) yang tertentu. Sedang kata “pembawaan” mengandung arti yang lebih luas, yaitu semua sifat-sifat ciri-criri dan kesanggupan-kesanggupan yang dibawa sejak lahir termasuk juga “pembawaan keturunan”.



3. Beberapa Macam Pembawaan dan Pengaruh Keturunan

a. Beberapa macam pembawaan:

1) Pembawaan jenis

Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badan, anggota-anggota tubuh, intelijensinya, ingatannya, dan sebagainya menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis makhluk lainnya.

2) Pembawaan ras

Dalam jenis manusia masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.

3) Pembawaan jenis kelamin

Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan enis kelamin masing: laki-laki atau perempuan.

4) Pembawaan perseorangan

Tiap-tiap individu memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal.

Pembawaan keturunan sebagian besar menampakkan diri dalam sifat-sifat jasmaniah (physis) dan sebagian lagi dalam pembawaan rohaniah (psikis).

b. Macam-macam pembawaan tersebut yang paling banyak ditentukan oleh keturunan ialah pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin. Ketiga macam jenis pembawaan tersebut sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan

Yang termasuk pembawaan perseorangan yang dalam pertumbuhannya banyak ditentukan oleh pembawaan keturunan antara lain:

1) Konstitusi tubuh

2) Cara bekerja alat-alat indra

3) Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar

4) Tipe-tipe perhatian, intelegensi kuotien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi

5) Cara-cara berlangsungnya emosi –emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu.

6) Tempo dan ritme perkembangan.



4. Lingkungan

a. Macam-macam Lingkungan

Menurut Sartain yang dimaksud lingkungan (environment) ialah semua kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita kecuali gen-gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang sebagai menyiapkan lingkungan (to provide environment) bagi gen yang lain.

Lingkungan kita yang aktual (yang sebenarnya hanyalah faktor-faktor dalam dunia sekeliling kita yang benar-benar mempengaruhi kita.

Sartain membangi lingkungan menjadi 3 bagian:

1) Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment),

2) Lingkungan dalam (internal environment), dan

3) Lingkungan sosial/masyarakat (social environment).

Lingkungan alam/luar ialah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia.

Lingkungan dalam ialah sesuatuyang termasuk lingkungan luar/alam. Makanan yang sudah dalam perut kita dikatakan berada antara external dan internal environment . Makanan yang sudah dicerna dan diserap ke dalam pembuluh darah benar-benar termasuk ke dalam internal environment.

Lingkungan sosial ialah semua orang/manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial ada yang kita terima langsung ada yang tidak langsung. Pengaruh langsung misalnya pergaulan sehari-hari. Yasng tidak langsung misalnya radio, televisi, majalah.

Kepribadian kita adalah hasil interaksi antar gen-gen dan lingkungan sosial kita. Karena intersaksi ini maka tiap-tiap manusia unik, tiap orang memiliki kepribadian sendiri-sendiri yang berbeda-beda satu sama lain.

Jika kita hubungkan anatara pembawaan/keturunan (heredity) dan lingkungan dalam hal pengaruhnya terhadap perkembangan manusia, maka: sifat-sifat dan watak kita adalah hasil interaksi antara pembawaan (heredity) dan lingkungan kita.



b. Bagaimana Individu Berhubungan dengan Lingkungan?

Allport merumuskan kepribadian manusia sebagai berikut: “Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya denagn lingkungan”. Kepribadian itu menjadi kepriobnadian apabila keseluruhan sistem psikofisiknya, termasuk pembawaan, bakat, kecakapan, dan ciri-ciri kegiatannya menyatakan diri dengan khas dalam menyasuaikan dirinya dengan lingkungannya.

Cara-cara individu berhubungan dengan lingkungannya oleh Woodworth dibedakan menjadi 4 macam:

1) Individu bertentangan dengan lingkungannya,

2) Individu menggunakan lingkungannya,

3) Individu berpartisipasi dengan lingkungannya, dan

4) Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Dalam usaha mengambangkan dirinya dan dalam interaksinya dengan lingkungan pada umumnya tiap-tiap individu menggunakan kedua cara berikut:

1) mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian autoplastis),

2) mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri (penyesuaian diri alloplastis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar